Paralayang Ramaikan Kawasan Wisata Gunung Panten

img00523-20120613-1602

Gunung Panten adalah sebuah bukit kecil yang berada di Desa Sidamukti, Kecamatan/Kabupaten Majalengka. Gunung tersebut sejak dulu cukup dikenal warga karena panoramanya serta faunanya, terlebih sejak empat tahun lalu Pemerintah Kabupaten Majalengka membuka arena olah raga paralayang.

Saat ini lokasi tersebut setiap hari tidak pernah sepi pengunjung, sekedar untuk menikmati keindahan kota Majalengka dari puncak bukit tersebut. Karena dari puncak bukit, pengunjung bisa melihat pemandangan ke arah utara, jalan raya Kadipaten-Cikijing yang membentang dan perumahan di berbagai tempat terlihat cukup indah.

images kejuaraan_paralayang

Bila melihat ke arah Timur, Gunung Sela yang berada di Maja serta Gunung Ciremai terlihat jelas, terlebih bila sore hari saat gunung terkena sinar mata hari sore.

Untuk mencapai ke Gunung Panten ini bisa ditempuh hanya sekitar 20 menit dari Bundaran Munjul, bisa menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Hanya saat ini untuk menempuh ke lokasi tersebut pengendara harus ekstra hati-hati akibat kondisi jalan yang rusak.

Selain disuguhkan keindahan panorama alam, di Gunung Panten, pengunjung juga bisa melihat ratusan kera dan kelelawar besar (kalong, sunda) yang ada di sebuah makan keramat tak jauh dari lokasi arena Paralayang. Kera di sana belakangan tidak ada yang berani menganggu baik membunuhnya ataupun menangkapnya untuk dipelihara atau untuk dididik menjadi topeng monyet.

Dulu, menurut Enah dan Didi warga Desa Sidamukti, kera yang ada di makam tersebut banyak dibunuh dengan cara ditembaki karena dianggap merusak tanaman milik petani, atau sengaja ditangkap untuk dijual. Namun belakangan hal itu berhenti karena ternyata begitu kera ditembak, keesokan harinya serangan kera ke lahan pertanian semakin ganas.

“Begitu dibunuh malah kera semakin merusak tanaman, sepertinya mereka marah,” ungkap Enah.

Belakangan untuk menghindari serangan kera terhadap areal pertanian, para petani menunggui tanamannya masing-masing. Bila tidak tanaman petani seperti kacang tanah, pisang atau singkong akan rusak diserang kera.

Namun anehnya meski kera jumlahnya cukup banyak, mereka tidak pernah menyerang manusia, terkecuali bila diganggu.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Majalengka Ahmad Susanto menyatakan, Gunung Panten mulai dikenal wisatawan dunia terutama mereka yang menyukai olah raga paralayang. Di lokasi tersebut bahkan sudah dua kali diselenggarakan kejuaraan nasional.

“Sejumlah atlit paralayang dunia telah mencoba arena paralayang Gunung Panten, kecepatan anginnya mendukung untuk olaha raga tersebut,” ungkap Ahmad Susanto.

Di sana menurut Ahmad, pegunjung wisata tidak hanya disediakan arena olah raga dan indahnya pemandangan kota Majalengka dan Gunung Ciremai, namun ada satwa liar dan disaat musim buah-buahan pengunjung bisa menikmati aneka mangga dan buah duwet yang mungkin sulit ditemukan di daerah lain di manapun.

Buah duwet ini ukurannya hanya sebesar jari dan berbiji, panjangnya sekitar 2 hngga 3 cm, bila sudah matang warnanya unggu, rasanya manis, bila belum matang betul akan terasa kesat di lidah. Buah duwet ini hanya bisa dimakan kulitnya sedangkan biji.

“Gunung Panten ini adalah sentra mangga, di saat musim, aneka mangga ada di sini. Harganya angat murah,” ungkap Ahmad.

 

Sumber : Pikiran-Rakyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *